Teknik Penyolderan dengan Solder Uap yang Tepat dan Benar

Menggunakan solder uap tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Alat ini memiliki beberapa komponen yang harus diatur secara manual, tetapi ada juga tipe dapat disetting otomatis sehingga kamu bisa memaksimalkan penggunaan dengan lebih baik.

Solder berjenis uap dirakit dengan menggunakan element tembaga yang jika dialiri listrik akan menghantarkan panas. Suhu bisa kamu atur sesuai keinginan, karena terdapat kabel terhubung langsung ke mesin box dengan banyak tombol pengaturan kestabilan.

Kebanyakan blower hot, sudah dipasang pendingin otomatis jika temperature panas tiba-tiba mati. Sistem ini akan bekerja menyuplai udara supaya solder beserta komponen listriknya tidak cepat rusak, teknik penyolderan yang tepat juga berpengaruh pada keawetan.

Persiapan Awal Menggunakan Solder uap

Mesin ini sangat membantu kamu untuk melakukan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perbaikan elektronik. Tahap pertama ialah dengan mempersiapkan beberapa alat dan bahan terutama mesin solder milikmu, jika perlu gunakan alat dengan daya 30 watt.

  1. Persiapkan alat

Kamu membutuhkan timah bisa dalam bentuk lempengan kecil atau lembaran. Pilih bahan yang jika dilebur memiliki titik cair rendah sehingga lebih mudah mencair.

Persiapkan juga alat tester atau ukuran multi, gunanya untuk mengecek suhu, ukuran sebelum dilakukan penyolderan. Siapkan alat hisap yang berfungsi untuk menyedot atau membersihkan partikel debu.

Cari kompartmen tinol dibagian PCB agar mudah ketika mencabutnya. Panaskan terlebih dahulu dudukan blower sebelum digunakan. Baru setelahnya beralih ke tahap persiapan lanjutan.

  • Siapkan timah/pasta

Timah untuk solder bisa dicairkan dengan suhu relatif panas. Kamu dapat meleburkan menggunakan alat blower untuk menyambungkan satu hingga beberapa komponen.

Jadi istilah lainnya ialah sebagai lem atau perekat agar papan PBC bisa menghantarkan listrik. Setelah menyiapkan timah, kamu juga membutuhkan pasta khusus dimana nantinya dapat membantu proses penyolderan.

Fungsinya adalah untuk menghilangkan uap atau pengaruh oksidasi. Sehingga membuat komponen penting yang akan disolder nanti tidak mudah rusak.

  • Persiapan penyolderan

Sebelum komponen elektronik akan kamu perbaiki, lebih baik gunakan solder yang memiliki daya 30watt. Meski saat ini sudah ada jenis blower dengan kapasitas lebih besar hingga 450watt kemudian memeriksa komponen PCB dan partisi lainnya sebelum dilakukan penyolderan.

Teknik dan Cara Menggunakan Solder Uap

Persiapkan perangkat elektronik yang akan diperbaiki, kemudian buka casing dengan melepaskan baut satu per satu. Setelah terlepas, persihkan juga bagian dalam terutama komponen PCB dari debu atau minyak.

Gunakan kain bertekstur lembut dan basahi dengan tiner. Bersihkan bagian dimana akan kamu solder nanti secara perlahan terutama di kaki-kaki IC.

Bisa memakai amplas apabila terdapat bagian sudah terkena korosi atau karatan. Sambil menunggu persiapan lanjutan, panaskan alat agar nanti mudah mencairkan lempengan tinol.

Tujuan penyolderan adalah melepas sekaligus menyambung komponen elektro dengan bantuan tinol sebagai perekatnya. Logam tidak dapat mencair tanpa bantuan solder atau alat blower hot.

Penyambungan mekanikal yang benar bisa mencegah kebocoran listrik. Teknik penyolderan tepat juga bisa mencegah air masuk yang berpotensi dapat merusak seluruh elemen di dalam mesin elektro.

Menggabungkan dua logam dengan lebih mudah serta prosesnya lebih cepat. Menyolder ulang komponen PCB bisa menghindarkan dari karat.

Kamu bisa memanfaatkan solder tembak agar mudah merekatkan komponen atau sebagai bahan untuk menyambungkan kabel-kabel. Beberapa bagian mungkin akan mengalami kerusakan karena usia. Jadi diperlukan proses pembersihan agar timah lama dapat diganti baru. Sebagai alat bantu tukang service, blower hot memang memiliki banyak sekali kegunaan dan penting mempersiapkan peralatan supaya proses perbaikan berjalan lancar. Memilih jenis solder uap dapat juga membantu memudahkan penyolderan dan hasilnya lumayan bagus.

Cara Menggunakan Power Supply Hp untuk Teknisi Pemula

Power supply hp merupakan salah satu kelengkapan yang harus dimiliki oleh para teknisi ponsel. Power supply sendiri merupakan alat yang biasanya digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya kerusakan pada hardware maupun software pada ponsel kamu.

Power supply atau dikenal juga dengan sebutan alat catu daya ini mampu mengubah arus AC menjadi DC. Sehingga power ini dapat menghidupkan ponsel kamu tanpa harus menggunakan baterai pada saat proses perbaikan.

Saat ini terdapat dua jenis power supply di pasaran, yaitu analog dan digital. Alat catuan daya analog memiliki indikator manual, alat ini masih menggunakan jarum sebagai penunjuk besarnya arus yang terukur.

Sedangkan alat catuan daya digital, sudah menggunakan penunjuk angka digital yang menunjukkan hasil pengukuran arus.  Meski demikian fungsi dan cara kerjanya sama saja, yang menjadi pembeda hanya harga dari kedua alat ini.

Bagi kamu yang masih bingung bagaimana cara menggunakan power supply hp, jangan khawatir karena kami akan menjelaskan cara penggunaannya berikut ini.

Cara Menggunakan Power Supply untuk HP

Cara menggunakan alat catu daya ini sebenarnya cukup mudah dan tidak begitu rumit. Tentunya akan sangat mudah dipraktikkan, bahkan oleh pemula. Berikut ini adalah langkah-langkahnya :

  1. Nyalakan Alat

Langkah awal ini adalah langkah yang paling penting dalam pengoperasian semua alat. Sebab, tanpa menyalakan power supply terlebih dahulu, kamu tidak akan bisa mengoperasikannya.

Setelah menyala, kamu harus mengatur tegangan pada power supply sebesar 3,6 – 4 volt. Hal tersebut dikarenakan tegangan baterai pada hp biasanya adalah 3,7 hingga 4 volt. Tapi, tidak masalah jika tegangan pada alat catu daya lebih sedikit.

  • Hubungkan Masing-masing Konektor

Pada alat catu daya terdapat beberapa konektor dan terkadang membuat bingung. Kamu harus menghubungkan konektor (+) untuk batrai dan konektor (-) untuk ponsel.

  • Perhatikan Jarum Ampere Meter

Pada keadaan normal, saat dihubungkan dengan power supply hp akan tetap menunjukkan angka nol. Entah itu alat catu daya analog atau digital. Jika arus tiba-tiba naik, artinya terdapat kerusakan pada ponsel tersebut.

Kerusakan yang biasanya terjadi saat arus ponsel bermasalah adalah IC power, IC charging, atau PA. Kamu harus mengganti bagian tersebut jika ingin ponsel dalam keadaan normal kembali.

  • Perhatikan Pergerakan Jarum A

Langkah yang harus kamu lakukan selanjutnya adalah menekan saklar on/off. Pada ponsel yang normal, jarum A akan bergerak 2 tahap dan ponsel langsung menyala. Sedangkan terdapat dua kemungkinan pergerakan jarum A pada ponsel yang memiliki masalah.

Pertama, jika jarum A saat dinyalakan langsung naik dan turun lagi, maka itu menandakan adanya kerusakan pada IC power. Kedua, saat jarum A terus naik hingga angka tertentu saat catu daya dinyalakan, artinya terdapat kerusakan pada prosesor ponsel hingga softwarenya.

Fungsi Power Supply untuk Ponsel

Selain berfungsi sebagai pendeteksi arus, power supply hp juga memiliki beberapa fungsi lain yang sangat bermanfaat untuk ponsel kamu. Di antara fungsinya adalah :

  1. Alat Charge

Seperti namanya yaitu power supply, alat ini juga dapat digunakan untuk mengisi daya baterai ponsel kamu saat lowbatt.

  • Alat Kejut Baterai

Selain dapat digunakan untuk mengisi daya, catu daya juga dapat digunakan sebagai alat kejut baterai saat baterai ponsel kamu bermasalah.

  • Pendeteksi Kerusakan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa catu daya dapat digunakan untuk mendeteksi berbagai macam kerusakan pada ponsel. Jenis kerusakannya dapat ditentukan dengan berbagai respon dari parameter catu daya tersebut.

Catu daya ini sangat dibutuhkan oleh kamu yang berminat menjadi teknisi ponsel. Sebab kegunaannya yang begitu vital untuk mendeteksi setiap kerusakan dan fungsi lainnya. Sehingga cara menggunakan power supply hp di atas harus kamu pahami dengan benar.